Natal di Lebanon
Nama gua Ahmad Dustin nurul Antony. Biasanya gue dipanggil ama temen-temen gua Antony, kadang pula da yang manggil gua dengan sebutan Anton aja. katanya siy, supaya nggak repot kalo mo manggil gue. Lucu juga ya temen gua. gue sekarang duduk dibangku kelas 3 SD dan gue ada di Lebanon dah hampir 5 tahun jalangitu, deh!. Itu karena mbokap gua seorang diplomat Indonesia, dan ditugasin di negara ini. Sepanjang pandangan gua, negara kawasan timur ini mayoritasnya beragama Islam, tapi ada juga yang Kristen tapi dikit banget! Untung deh, keluarga gua kan beragama Islam, so nggak repot banget kalo waktunya hari jum’at untuk pergi ke Masjid. Secara itu wajib banget untuk musliman laki-laki and tempat itu adalah tempat ibadah untuk agama kami. nd… disinilah, cerita seru gue dimulai. Di Lebanon, Natal sangat meriah sekali perayaannya. kejadian saat itu nggak kan bisa gue lupain seumur hidup gua. ya, walaupun….lo tau kan kenapa? Yap, bener bangets! Tapi saat itu gue lagi belajar di salah satu sekolah laki-laki Islam, trus tiba-tiba Santa Claus datang ke kelas gua. saat itu gue and temen-temen gua pada kaget bangets and nggak nyangka banget Santa Claus bisa datang ke sekolahan kita itu. Walaupun begitu, ya emang siy, anak-anak seumuran gue saat itu sangat mengidolakan Santa Claus. Karna saat itu pula, gue berfikir kalo sosok Santa Claus itu orangnya suka bagi-bagiin hadiah kepada anak-anak yang baek hati. So itu 1 minggu sebelum Natal, gue bersikap manis kepada siapapun agar Santa Claus bisa hadir dihadapan gua untuk bagi-bagiin kado mainan. Eh, malahan saat itu dia beriin coklat, 5 batang pula. Mungkin ia ingin minta maaf kepada gue kalo dah lama bangets nggak ketemu dengan gue! Ahahaha…. pikiran gue ini kok langsung ke dunia fana kayak gini siy!. “Hei, ada kata-kata ucapannya juga, niy!”, girang gua. “O ya, gue juga niy!”, sahut temen sebangku gua, Iman. “Apa tulisannya?”. “Dengerin baek-baek ya!”, “Selamat hari Natal dan tahun baru! Semoga kalian bisa bersenang-senang di acara agama kami ini!” “Wah, bagus bangets tulisannya! Kalo gue bunyinya gini, niy! Tapi dengerin baek-baek, lho ya! Jangan meleset lagi!”. “Iya, iya!”. “Eh, tapi kelihatannya kata-katanya itu lo! Mirip bangets dengan yang tertera di kartu lo itu!” “Wah, sama dong? Tos dulu!...”, so kami berdua adu tos. “E, bentar, da yang laen niy!”. “Yang laen apanya?”. “Kayak undangan!”, “Bacain, bacain!”. “Ok!”. “Saksikan perayaan yang tidak akan pernah kalian lupakan! Pohon natal raksasa ditengah kota Beirut!” “Wah, itu jauh banget dari rumahku, An! Gimana kalau kamu kesana? Kan rumah kamu di kota itu dan dekat sama tempat dimana perayaan itu diadakan? Lalu nanti kamu potret semua acaranya dan besok kamu harus berikan foto itu kepada aku, ok!” “Enak aja! Jangan gantung gitu dong! Tapi...., ok deh! Kalo yang minta itu temen deket gua? Tapi jangan diminta filmnya juga, dong!”. “Ya nggak lah! Hasil cuciannya aja!”. “Tapi nyucinya lama bangets!”. “Berapa lama?”. “Tau, deh! Yang jelas, kalo dah selesai, kan gue antar ke rumah lo, sekalian berkunjung gitu!”. “Ok, deh!”. *** Malam ini ketepatan bangets mbokap and nyokap gua nggak da kerjaan and kagetnya lagi, mereka bisa tau kalo sekarang ada perayaan Natal di pusat kota Beirut! Kok? Tapi, masa bodoh, yang penting kini gue bisa have fun habis di kota ini! Kan tahun depan gue dah balik ke Indonesia, and nggak bisa lagi memandang ni kota yang paling indah! “Semuanya dah siap?”, tanya mbokap gua. “Sudah!”, sahut gue. “Tunggu, Pa! Mama lagi dandan, niy! Tunggu 10 menit lagi, ya!”, sahut Nyokap gua dari kamar. “Apa? 10 menit! Pa, nanti keburu dimulai, lo Pa!”, rengek gue nggak sabaran. “Sabar bentar ya, Antony! Eh, bilang ke Mamamu untuk lebih cepat dandannya!”, suruh Mbokap ke gua,” Huh, dasar cewek! Dandan kok lama sekali!”. *** “Huh, syukur aja kita datang kesini baru dimulai, ya Ny!”, syukur mama. “Ya! Eh Antony kesana dulu ya Mom, Dad! Mau ambil foto kenangan, ny buat Antony ma kawan-kawan Antony!”, mohon gue. “Ya nggak apa-apa! Dah, kesana!”, suruh Mbokap and Nyokap. Trus gue ambil banyak sekali foto. Ya ada foto kembang api, pohon Natal, gue and pohon natal raksasanya, dan masih banyak lagi untuk kenang-kenangan, gitu!. Beberapa jam kemudian, acara selesai. Nokap manggil gue,” Antony, ayo pulang!”. “Wait a minute, Mom !”, lalu gue berlari asal suara itu dan kami pulang. *** “Wah Iman! Duh nyesel deh kemarin elo nggak kesana! Sueru bangets lo!”, kata gue membesarkan acara kemarin malam di ruang tamu rumahnya Iman setelah mencuci gambar. “Oh ya? Eh, loe sempet photo semuanya, kan? Gue lihat dong!”. “Of course! Gue draft 2 kali, lo! Satu untuk lo, and satunya lagi, untuk gue sendiri!”. “Jadi, elo bener jadi pindah ke Indonesia, niy?”, Tanya Iman. “Ya, gimana lagi! Tapi kita masih bisa bercanda 6 bulan lagi, koq!”. “Thank’s banget ya! Elo adalah my best friends sepanjang hidup gue, deh!” “Trim’s! elo juga!”. “That’s what friends are for!”, semangatnya untuk gue yang terakhir kalinya. *** Waktu penerbangan pulang ke Indonesia tiba juga. Gue jadi keinget-inget ama kisah pertemanan gue and Iman. Dimana kita selalu bercanda, berusaha untuk maju. Yah, pokonya, full expresi with him, deh! Dipertengahan saat jalan di Bandara, Iman dating gue sambil bawa sesuatu yang entah apa itu. “Eh, Anton! Don’t leave me!”. “What?”. Masak cuman elo aja, siy, yang beriin gue kado perspisahan 6 bulan yang lalu?”. “So?”. “It’s for you. Eh, bukanya saat pesawatnya terbang aja, ya! Oh ya, satu lagi. “Apa lagi?”, sambil menerima kado pertamanya. “Ini!”. “Kado lagi?”, lho? Tapi, tadikan gue cuman liat dia cuman bawa satu?”. “Selama ini gue belajar sula, lho! Tapi ingat, bukanya juga saat pesawat terbang, lho! Bedanya, yang ini dibukan dulu, baru yang elo pegang itu! Nih!”, sambil nyerahin kado kedeua,” Happy Birthday, ya! Bye!!!”, lalu ia lari keluar bandara ninggalin gue. *** Saat pesawat mulai terbang, gue ngelakuin apa yang ia suruh. And isinya adalah…. “IMANNN!!!!!....................!!!!”, teriak gue. Abiz, elo tau apa isinya? KODOK. And binatang inilah yang paling gue benci. Eh, diatasnya ada tulisannya, niy!.” THAT’S WHAT FRIENDS ARE FOR”, What friends are for-nya apaa? Maksud, loh! bisa ngerjain gue yang terakhir kalinya, gitu? SEBELLL. Oh ya, yang kedua, niy! And elo tau apa isinya? Foto saat gue and dia lagi study tour, loh! Wah, gambar ini, niy, yang gue cari-cari! ABiz, puny ague ilang, siy! WAh, jangan-jangan dia lagi yang ngerjain. Awas ya, elo Iman. Akan gue bales nanti! (Eh, kapan, ya???).
There are no threads for this page.
Be the first to start a new thread.