
Dalam acara Nokia Remix yang diadakan di Singapura minggu lalu, Nokia menunjukkan tekadnya memberikan pengalaman total bermusik kepada pengguna ponsel. Selain menghadirkan ponsel musik terbaru, diperkenalkan layanan Comes with Music.
Nokia 5800 XpressMusic adalah satu-satunya ponsel tipe terbaru yang disajikan di acara tersebut. Ponsel musik ini berlayar sentuh dan menggunakan sistem operasi Symbian
5th edition. Kamera 3,2 megapiksel berlensa Carl Zeiss, A-GPS terintegrasi, HSDPA 3,6 Mbps, dan Wi-Fi merupakan sebagian fitur 5800.
Terkait dengan layar sentuh, 5800 sebenarnya bukan produk pertama yang ditawarkan Nokia. Beberapa tahun lalu, misalnya, di Indonesia beredar Nokia 7710 dan 6708 yang berlayar sentuh.
Meski demikian, sejak awal, Nokia memperlakukan 5800 ini berbeda dengan produk pendahulu yang berlayar sentuh. "5800 XpressMusic adalah perangkat berlayar sentuh pertama Nokia yang membidik
mass-market," tegas Tuula Rytila-Uotila,
vice president category management, live category Nokia.
Dalam posisi siaga, di baris teratas layar 5800 yang beresolusi 640 x 360 piksel, terlihat
contact bar. Empat nama kontak bisa ditampilkan di situ, lengkap dengan foto. Hanya dengan satu sentuhan, catatan percakapan
via telepon, SMS, dan
email dengan mereka langsung diketahui.
Di atas layar, persis di kanan tulisan XpressMusic, terdapat
media bar. Fungsinya mempermudah pengguna mengakses
file multimedia dan aplikasi
browser. Ada pula sebuah kamera beresolusi 320 x 240 piksel yang bermanfaat untuk melakukan
video call.
Kemudahan dan kenyamanan pengetikan karakter merupakan faktor penting di sebuah perangkat berlayar sentuh. Pengguna 5800 disodori beragam pilihan. Tersedia
alphanumeric keypad,
full QWERTY keyboard,
mini QWERTY keyboard, dan pengenalan tulisan tangan. Saat pengguna menyentuh layar, akan terasa
tactile feedback berupa getaran lembut. Dengan demikian, pengguna bisa mengetahui keberhasilan sentuhannya terhadap tombol tertentu.
Kamera utama 5800 mampu merekam video beresolusi hingga VGA dan 30 bingkai per detik alias
frame per second. Kelak paket penjualan 5800 telah termasuk kartu microSD berkapasitas 8 GB. Harga jualnya diperkirakan EUR 279 (sekitar Rp 3,7 juta), belum termasuk pajak dan subsidi.
Harga perdana 5800 di Indonesia belum bisa dipastikan. Namun, Chris Carr,
vice president sales South East Asia Pacific Nokia, telah memastikan satu hal. "Tahun ini juga Anda bisa menjumpainya di Jakarta," katanya.
Pada saat bersamaan, Nokia memperkenalkan layanan Comes with Music. Penjualan ponsel tipe tertentu dibundel dengan layanan tersebut. Keuntungannya, selama setahun, pengguna bebas men-
download lagu-lagu di Nokia Music Store. Sepuasnya, sebanyak-banyaknya, boleh disimpan selama-lamanya, dan gratis.
"Karena Nokia Music Store belum beroperasi di Indonesia, penjualan 5800 di negara Anda tidak dibundel dengan Comes with Music. Kelak Nokia Music Store pasti tersedia juga di Indonesia," jelas Chris Carr.
Saat ini, Nokia telah menjalin kerja sama dengan
major label terkemuka. Yaitu, EMI Group, Universal Music Group, Sony BMG Music Entertainment, dan Warner Music Group. (CM)