Tidak ada yang pernah paham tentang cinta antara seorang lelaki berusia 60 tahun dan seorang gadis jelita berusia 20-an. Dan mungkin kita tak perlu memahami, tapi mencoba membiarkan mereka mengarungi segala kesulitan apa pun yang akan dihadapi.
Syahdan, sang lelaki, David Kepesh (Ben Kingsley), adalah seorang penulis dan kritikus sastra terkemuka. Consuela Castillo (Penélope Cruz) adalah muridnya. Melalui narasi Kepesh, yang mengaku selalu merayu mahasiswinya yang termuda dan tercantik ”sesuai aturan main”, yakni setelah mereka lulus dari kelasnya dan tidak berstatus sebagai mahasiswanya lagi, kita tahu Kepesh adalah tipe lelaki yang tak mampu terikat. Dia meninggalkan istri dan anaknya, untuk meloncat dari satu perempuan ke perempuan lain.
| Sutradara | Isabel Coixet. |
| Skenario | Nicholas Meyer, berdasarkan novel The Dying Animal karya Philip Roth. |
| Pemain | Ben Kingsley, Penélope Cruz, Dennis Hopper, Peter Sarsgaard, Patricia Clarkson. |
Tapi Consuela Castillo adalah sebuah bangunan tubuh yang sempurna, seperti pahatan patung Yunani yang mulus tanpa cacat. Sepasang matanya membuat Kepesh tenggelam ke dasar laut yang membahayakan: cinta dan ingin memiliki. ”Jangan gunakan perasaan, nikmati saja hubungan badan,” demikian George O’Hearn (Dennis Hopper), sahabatnya, seorang penulis yang sama seniornya, yang masih terikat dalam perkawinan, tapi gemar gonta-ganti kekasih. David Kepesh tak mampu berhenti pada petualangan fisik. Dengan ”patung Yunani” berkulit indah dengan mata yang bisa berkata-kata itu, Kepesh tak bernapas. Kecemburuan kepada para lelaki muda pengagum Consuela, keinginannya untuk memiliki sepenuhnya, akhirnya membawa dia pada sebuah area yang tak dikenalnya: cinta? Atau sekadar serakah dan teritorial?